Kamis, 23 Agustus 2012

Mengenal Penghuni 7 Tingkatan Langit,para Nabi

Mengenal Penghuni 7
Tingkatan Langit,para
Nabi

Isra Miraj merupakan peristiwa
besar yang dialami oleh nabi
Muhammad SAW. Wajib
hukumnya untuk Muslimin
mengimani dan meyakini
sebagai suatu kebenaran dari

Allah SWT. Pada peristiwa itu
Nabi Muhammad SAW bertemu
Allah SWT, dan mendapat
perintah menjalankan salat 5
waktu sehari.
Dalam perjalanan bertemu Sang
Pencipta, Rasullulah ditemani
malaikat Jibril dengan
mengendarai Buraaq. Yaitu
hewan putih panjang, berbadan
besar melebihi keledai dan
bersayap. Sekali melangkah,
Buraaq bisa menempuh
perjalanan sejuah mata
memandang dalam sekejap.
Rasullulah SAW melewati 7 langit
dan bertemu dengan para
penghuni di setiap tingkatan.
Kabar ini dijelaskan dalam hadits
Nabi Muhammad SAW yang
diriwayatkan imam Muslim dari
Anas bin Malik.
1. Ketika mencapai langit tingkat
pertama, Rasullulah SAW bertemu
dengan manusia sekaligus wali
Allah SWT pertama di muka bumi,
Nabi Adam AS. Saat bertemu nabi
Adam, Rasullulah sempat
bertegur sapa sebelum akhirnya
meninggalkan dan melanjutkan
perjalanannya.
Nabi Adam membekali rasullulah
dengan doa, supaya rasullulah
SAW selalu diberi kebaikan pada
setiap urusan yang dihadapinya.
Sambil mengucapkan salam,
rasullulah meninggalkan langit
pertama untuk menuju langit
kedua.
2. Sesampainya di langit kedua,
Nabi Muhammad SAW bertemu
dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya.
Seperti halnya di langit pertama,
rasullulah disapa dengan ramah
oleh kedua nabi pendahulunya.
Sewaktu akan meninggalkan
langit kedua, Nabi Isa dan Yahya
juga mendoakan kebaikan
kepada rasullulah. Kemudian
rasullulah bersama Malaikat Jibril
terbang lagi menuju langit
ketiga.
3. Tidak disangka, di langit
ketiga, rasullulah bertemu
dengan Nabi Yusuf, manusia
tertampan yang pernah
diciptakan Allah SWT di bumi.
Dalam pertemuannya, Nabi Yusuf
memberikan sebagian dari
ketampanan wajahnya kepada
Nabi Muhammad. Dan juga di
akhir pertemuannya, Nabi Yusuf
memberikan doa kebaikan
kepada nabi terakhir itu.
4. Setelah berpisah dengan Nabi
Yusuf di langit ketiga, Nabi
Muhammad melanjutkan
perjalanan dan sampailah dia ke
langit keempat. Pada tingkatan
ini, rasullulah bertemu Nabi Idris.
Yaitu manusia pertama yang
mengenal tulisan, dan nabi yang
berdakwah kepada bani Qabil
dan Memphis di Mesir untuk
beriman kepada Allah SWT.
Seperti pertemuan dengan nabi-
nabi sebelumnya, Nabi Idris
memberikan doa kepada Nabi
Muhammad supaya diberi
kebaikan pada setiap urusan
yang dilakukannya.
5. Sesampainya di langit kelima,
Nabi Muhammad SAW bertemu
dengan Nabi Harun. Yaitu nabi
yang mendampingi saudaranya,
Nabi Musa berdakwah mengajak
Raja Firaun yang menyebut
dirinya tuhan dan kaum Bani
Israil untuk beriman kepada Allah
SWT.
Harun terkenal sebagai nabi yang
memiliki kepandaian berbicara
dan meyakinkan orang. Di langit
kelima, Nabi Harun mendoakan
Nabi Muhammad senantiasa
selalu mendapat kebaikan pada
setiap perbuatannya. Setelah
bertemu, kemudian Nabi
Muhammad melanjutkan
perjalanannya ke langit keenam.
6. Pada langit keenam, Nabi
Muhammad dan Malaikat Jibril
bertemu dengan Nabi Musa.
Yaitu nabi yang memiliki jasa
besar dalam membebaskan Bani
Israil dari perbudakan dan
menuntunnya menuju kebenaran
Illahi. Nabi Musa juga terkenal
dengan sifatnya yang penyabar
dan penyayang selama
menghadapi kolot dan bebalnya
perilaku Bani Israil.
Selama bertemu dengan
Muhammad, Nabi Musa
menyambut layaknya kedua
sahabat lama yang tidak pernah
bertemu. Penuh kehangatan dan
keakraban. Sebelum Nabi
Muhammad pamit meninggalkan
langit keenam, Nabi Musa
melepasnya dengan doa
kebaikan.
7. Tibalah Nabi Muhammad ke
langit ketujuh. Di langit ini, Nabi
Muhammad bertemu dengan
sahabat Allah SWT, bapaknya
para nabi, Ibrahim AS.
Sewaktu bertemu, Nabi Ibrahim
sedang menyandarkan
punggungnya ke Baitul Ma’muur,
yaitu suatu tempat yang
disediakan Allah SWT kepada
para malaikatnya. Setiap harinya,
tidak kurang dari 70 ribu
malaikat masuk ke dalam.
Kemudian Nabi Ibrahim
mengajak Muhammad untuk
pergi ke Sidratul Muntaha
sebelum bertemu dengan Allah
SWT untuk menerima perintah
wajib salat. Sidratul Muntaha
merupakan sebuah pohon yang
menandai akhir dari batas langit
ke tujuh. Masih dalam hadits
yang sama, rasullulah SAW
menceritakan bentuk fisik dari
Sidratul Muntaha, yaitu berdaun
lebar seperti telinga gajah dan
buahnya yang menyerupai
tempayan besar.
Namun ciri fisik Sidratul Muntaha
berubah ketika Allah SWT datang.
Bahkan Nabi Muhammad sendiri
tidak bisa berkata-kata
menggambarkan keindahan
pohon Sidratul Muntaha. Pada
kepecayaan agama lain, Sidratul
Muntaha juga diartikan sebagai
pohon kehidupan.
Di Sidratul Muntaha inilah Nabi
Muhammad berdialog dengan
Allah SWT, untuk menerima
perintah wajib salat lima waktu
dalam sehari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar